in

FIDUSIA

Pesatnya perkembangan kebutuhan akan sarana transportasi juga dewasa ini. Masyarakat sekarang ini cenderung mempunyai kendaraan pribadi daripada menggunakan kendaraan umum. Walapun ada banyak masyarakat yang tidak mempunyai cukup dana untuk membeli kendaraan bermotor, namun dengan perkembangan dewasa ini masalah dana bukan lagi merupakan penghalang yang besar. 

Jaminan Fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dan benda tidak bergerak khususnya bangunan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan Pemberi Fidusia, sebagai agunan bagi pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada Penerima Fidusia terhadap kreditor lainnya.

Berdasarkan definisi  tersebut,  terdapat  beberapa  hal  yang  perlu  digarisbawahi  dan merupakan dasar dari kegiatan pembiayaan konsumen, yaitu:

  1. Pembiayaan   konsumen   adalah   merupakan   salah   satu   alternatif pembiayaan yang dapat diberikan kepada konsumen;
  2. Objek pembiayaan usaha jasa pembiayaan konsumen adalah barang kebutuhan konsumen, biasanya kendaraan bermotor, alat kebutuhan rumah tangga, komputer, barang-barang elektronika, dan lain sebagainya;
  3. Sistim pembayaran angsuran dilakukan secara berkala, biasanya dilakukan secara bulanan dan ditagih langsung kepada konsumen;
  4. Jangka waktu pengembalian, bersifat fleksibel tidak terikat dengan ketentuan seperti financial lease.

Timbulnya Permasalahan Pidana

  1. Proses pembiayaan
  2. Pelaksanaan perjanjian
  3. Penagihan
  4. Penarikan kendaraan
  5. Penjualan kendaraan tarikan

PENDAFTARAN JAMINAN FIDUSIA

Pendaftaran Jaminan Fidusia dilaksanakan oleh penerima hak jaminan fidusia (kreditor) di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kementerian). Pendaftaran jenis ini harus dilaksanakan paling lambat 30 hari sejak tanggal sertifikat Jaminan Fidusia diterbitkan dengan menyertakan informasi berikut:

1.Identitas pihak Pemberi dan Penerima Fidusia;
2. Tanggal, nomor akta Jaminan Fidusia, nama, dan tempat kedudukan notaris yang membuat akta Jaminan Fidusia;
3. Data perjanjian pokok yang dijamin Fidusia;
4. Uraian mengenai benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia;
5. Nilai penjamian; dan
6. Nilai benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia.

SERTIFIKAT JAMINAN FIDUSIA

Di bawah PP yang lama pendaftaran sertifikan Jaminan Fidusia dilaksanakan dengan mencatatkan Jaminan Fidusia di Buku Daftar Fidusia. Di bawah PP Baru, hak-hak Jaminan didaftarkan secara elektorik dan menjadi valid setelah kreditor telah melakukan pembayaran pendaftaran. Sertifikat ini disediakan (secara elektronik) pada hari yang sama dengan pendaftaram. Pada kasus kerusakan atau kesalahan dalam proses pendaftaran, kreditor bisa mengajukan permintaan perbaikan dalam jangka waktu paling lambat 30 hari sejak tanggal sertifikat Jaminan Fidusia diterbitkan, sementara PP lama mengatur periode dengan batas waktu 60 hari.

PENGHAPUSAN JAMINAN FIDUSIA
Berdasarkan pada Pasal 16 dari PP baru, sebuah Jaminan Fidusia dihapuskan di bawah kondisi-kondisi berikut:

1. Terhapusnya utang yang dijamin dengan fidusia;
2. Pelepasan hak atas Jaminan Fidusia oleh Penerima Fidusia; atau
3. Musnahnya benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia.

Penghapusan Jaminan Fidusia harus dilaporkan pada Kementerian oleh Penerima Fidusia dalam jangka waktu paling lama 15 hari setelah tanggal dihapusnya Jaminan Fidusia, dengan menyertakan informasi berikut:

1. Keterangan atau alasan dihapusnya Jaminan Fidusia;
2. Detail dari sertifikat Jaminan Fidusia (tanggal, nomor, nama dan tempat kedudukan notaris); dan
3. Tanggal dihapusnya Jaminan Fidusia.

Berdasarkan pemberitahuan ini, Kementerian akan menghapus data pendaftaran Jaminan Fidusia. Hanya setelah data pendaftaran dihapuskan oleh Kementerian, sebuah Jaminan Fidusia yang baru bisa diajukan untuk benda yang sebelumnya menjadi objek Jaminan Fidusia.

Dalam hal pelaksanaan eksekusi terjadi perlawanan dari pihak tereksekusi, personel bersikap aktif, dengan cara bertindak:

  1. Mengamankan dan/atau menangkap setiap orang yang melakukan perlawanan atau perbuatan melawan hukum;
  2. Melakukan penggeledahan terhadap setiap orang yang dicurigai membawa senjata api, senjata tajam, dan benda-benda berbahaya lainnya;
  3. Menyita senjata api, senjata tajam, dan benda-benda berbahaya lainnya yang didapat di lokasi eksekusi; dan
  4. Melokalisir dan/atau melakukan penyekatan akses jalan dari dan menuju lokasi eksekusi.

Dalam hal eskalasi keamanan eksekusi meningkat yang dapat membahayakan anggota dan tidak terkendali, pengendali lapangan segera melaporkan dan meminta bantuan pasukan pengendali masa (Dalmas) atau Brimob Polri kepada:

  1. Kapolres, apabila pengamanan dilaksanakan oleh Polres; dan
  2. Kapolda, apabila pengamanan dilaksanakan oleh Polda.

Lembaga jaminan fidusia juga dapat digunakan untuk membebankan jaminan atas Konsumen. Akan tetapi lembaga jaminan fidusia memiliki beberapa keterbatasan dalam pembebanannya maupun dalam eksekusinya. Jaminan fidusia harus didaftarkan di tempat kedudukan pemberi fidusia, yang artinya pembebanan jaminan fidusia juga harus dilakukan menurut hukum negara tempat kedudukan pemberi fidusia. Untuk itu jika penerima fidusia tidak berkedudukan di negara yang sama dengan pemberi fidusia, maka ia harus datang ke tempat kedudukan pemberi fidusia untuk membuat akta pembebanan jaminan fidusia dan kemudian mendaftarkannya. Hal ini tentunya merepotkan bagi penerima fidusia. Eksekusi atas Konsumen berarti juga penjualan atas barang-barang yang tercantum dalam Konsumen tersebut. Untuk itu jika barang muatan yang tercantum dalam Konsumen tersebut merupakan barang-barang yang biasa diperdagangkan dalam suatu bursa, maka eksekusi penjualan Konsumen tersebut dapat dilakukan di bursa tempat biasanya barang-barang muatan dalam Konsumen tersebut diperdagangkan.

Written by jesaya siahaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HAKIM KABULKAN PERMOHONAN PENCABUTAN PRAPERADILAN KIVLAN ZEIN

Kelalaian Berkendara