in

Bidkum Polda Metro Jaya menghadirkan digitalisasi pelayanan hukum Elektronik Advokasi Metro di pameran Lembaga Administrasi Negara (LAN)

Festival Inovasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I untuk Angkatan 42 (XLII) tahun 2019, Bidkum Polda Metro Jaya menghadirkan digitalisasi pelayanan hukum yakni E-Advokasi Metro (Elektronik Advokasi Polda Metro Jaya) atau lebih sering disebut Edvo Metro.

Hal itu dilakukan sesuai dengan reformasi pemerintah dan juga Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bidang hukum.

Kabidkum Polda Metro Jaya Kombes Pol Viktor T Sihombing menjelaskan bahwa inovasi yang ditampilkan dalam pameran Lembaga Administrasi Negara (LAN) ini merupakan karya terbaik dari masing-masing kesatuan institusi tersebut.

“Jadi dia bisa melihat kebutuhan kerja dari kesatuannya. Kemudian membuat suatu terobosan yang bisa merubah mainset dan pemikiran,”demikian kata Viktor kepada PMJ News, di Aula Makarti Bhakti Nagari, Gedung LAN, Pejompongan, Jakarta Pusat, Selasa (01/10/ 2019) siang.

Masih dari penuturan Viktor, Edvo Metro sendiri merupakan terobosan karya terbaik anggota Polri, di mana diselaraskan dengan anggota, atasan dan lingkungan polisi tersebut bekerja. Tujuannya, dapat memberikan pelayanan hukum terbaik kepada warga.

“Kemudian kita membuat suatu terobosan yang bisa merubah mainset dan pemikiran. Untuk semua stakeholder. Yang pasti inovasi perubahan dan kemajuan yang bisa mendukung pelaksanaan tugas serta bisa memberikan pelayanan hukum terbaik kepada masyarakat,”jelasnya menambahkan.

Karena itu, Edvo menjadi inovasi untuk menjawab permasalahan hukum yang terjadi di lingkungan Polri dan masyarakat pada umumnya. “Saya melihat begitu besarnya tuntutan tugas terhadap anggota bidang hukum Polda Metro Jaya. Lalu segala keterbatasan personel baik kuantitas dan kualitasnya serta tuntutan kerja yang begitu banyak. Kita memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Akhirnya kita melihat peluang segala yang dibutuhkan masyarakat,” urainya melanjutkan.

Misalnya masyarakat butuh bimbingan hukum, lanjut Viktor, hal itu ada di dalam Edvo Metro. “Masyarakat ingin diskusi itu juga ada. Masyarakat mau mengetahui perundangan-undangannya, dia bisa melihat di perpustakaannya. Masyarakat ingin melihat hukum yang terbaru dia bisa melihat sosialisasi dan konsultasi hukumnya dan dialog publik ini,” sambungnya.

Ke depannya, menurut Viktor, pihaknya menyosialisasikan Edvo Metro ini ke tingkat yang lebih tinggi. Yaitu, dengan mengintegrasikan dengan satuan kerja (satker) di dalam kepolisian maupun di luar.

Written by jesaya siahaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alat bukti kasus tanah

PENCEMARAN NAMA BAIK