in

PERSEKUSI

Apa yang dimaksud dengan persekusi (persecution) ?

Secara umum, arti persekusi adalah suatu perlakuan buruk dan sewenang-wenang yang dilakukan secara sistematis oleh individu atau kelompok tertentu terhadap individu atau golongan lain dengan cara memburu, mempersusah, dan menganiaya, karena perbedaan suku, agama, atau pandangan politi.

Penyebab Terjadinya Persekusi

Kasus persekusi yang terjadi diberbagai negara tentunya berbeda-beda penyebabnya. Di Indonesia sendiri, kasus persekusi banyak terjadi karena kebebasan berpendapat di media sosial yang tidak terkontrol.

Menurut KBBI, arti persekusi adalah pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas.

Menurut beberapa ahli, adapun penyebab terjadinya persekusi adalah sebagai berikut:

  1. Adanya ketidakpercayaan dan saling mencurigai antara masyarakat kurang mampu terhadap kaum elit.
  2. Adanya kesenjangan sosial karena belum ada nilai tambah ekonomi kepada masyarakat kurang mampu.
  3. Adanya globalisasi dan kehidupan maya di masyarakat sehingga mereka merasa bebas mengeluarkan pendapatnya.
  4. Adanya anggapan masyarakat saat ini bahkan sebelumnya bahwa penegakan hukum dilakukan secara tidak adil.
  5. Adanya anggapan masyarakat bahwa proses hukum penuh dengan intervensi dari pemerintah sehingga menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat.

Perbedaan bully dan persekusi

Persekusi, merujuk kata Bahasa Inggris yakni persecution yang merupakan sebuah perlakuan yang Iebih buruk dari bullying, sebuah penganiyaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain, khususnya karena suku, agama, atau pandangan politik.

Perbedaan dari keduanya adalah bullying dilakukan secara spontan tanpa adanya perencanaan, sebaliknya jika persekusi adalah tindakan yang di rencanakan. Sehingga, ketika ada anak sekolah yang di sumber bully berulang-ulang kali bisa di sebut persekusi karena termasuk tindakan yang sudah di rencanakan.

Karakteristik dari perkusi adalah :

  1. Adanya hak dasar yang dirampas;

2. Pelaku mentarget;

  • Orang atau orang-orang karena identitas kelompok
  • Orang atau orang-orang karena identitas bersama/kolektif
  • Kelompok tertentu
  • Kolektivitas tertentu

3. Pentargetan tersebut didasarkan atas dasar politik, ras, kebangsaan, etnis, budaya, agama, gender atau dasar lain yang secara universal tidak dibolehkan menurut hukum internasional;

4. Tindakan yang dilakukan mulai pembunuhan, penganiayaan, hingga perbuatan tidak manusiawi yang menyebabkan penderitaan fisik maupun mental;

5. Meluas atau sistematis; dan

6. Pelaku mengetahu bahwa tindakannya bagian dari tindakan yang diniatkan sebagai bagian dari serangan meluas atau sistematis.

Pertanggungjawaban pidana Pelaku terhadap Tindakan Persekusi Pada praktiknya, perbuatan hukum persekusi yang dituduhkan akhirnya ditegakkan melalui pasal-pasal dalam KUHP seperti Pasal 368 KUHP tentang pengancaman, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, pasal 335 ayat (1) KUHP tentang pemaksaan, Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, penghinaan, kekerasan, pengerusakan atau beberapa pasal dalam Undang-Undang Informasi Teknologi Elektronik (UU ITE) apabila media yang digunakan untuk melakukan perbuatan melawan hukum tersebut berhubungan dengan media elektronik.

Written by jesaya siahaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HAK CIPTA

PENCUCIAN UANG