in

PENGARAHAN KEPADA BRIMOB DAN SABHARA NUSANTARA DARI KABIDKUM POLDA METRO JAYA BERSAMA WAKAPOLDA METRO JAYA

Berdasarkan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Tata Cara Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian, ada enam tahapan.

Mulai kekuatan level satu itu adalah kekuatan lunak, kemudian level dua itu kekuatan tangan kosong, level tiga itu kekuatan tangan kosong dengan benda keras sampai dengan level enam adalah menggunakan peluru tajam atau menggunakan senjata api. Itu adalah levelnya,

Adapun penggunaan senjata api pun ada level-levelnya juga. Tidak boleh langsung menggunakan peluru tajam.

Tembakan salvo dengan menggunakan peluru hampa, kemudian tembakan dengan menggunakan peluru karet, tembakan pantul 15 derajat, tembakan dengan peluru tajam juga menggunakan tembakan pantul dulu 45 derajat,” lanjutnya.

Tahapan-tahapan tersebut merupakan SOP yang dikontrol sangat ketat. Peleton antianarkis itu yang mengendalikan hanya Kapolda.

Eskalasi meningkat itu ketika ada sesuatu peristiwa atau kejadian yang dilakukan para perusuh secara sistematis sudah membahayakan keselamatan masyarakat, kemudian keselamatan aparat dan juga melakukan tindakan-tindakan destruktif, pengrusakan-pengrusakan, penghancuran-penghancuran, pembakaran secara masif terhadap seluruh objek-objek yang dimiliki oleh masyarakat, kemudian fasilitas-fasilitas publik dan lain sebagainya

Written by jesaya siahaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PENCUCIAN UANG